Ini Analisa Plastik Berbayar Untungkan Pengusaha Supermarket & Retail Modern

171452846155

nendangbanget – sudahbukan menjadi rahasia lagi bahwa pada akhir Februari ini kita dihadapkan oleh sebuah kebijakan yang berorientasi diet plastik dan dengan kampanye lingkungan hidup. Ada banyak sisi yang perlu kita bahas dalam artikel ini. Monggo sampean siapkan posisi yang paling enak sambil membuat kopi. Otreee 😀

Kebijakan plastik berbayar ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang dan Negara eropa lainya. Jadi Indonesia disini melakukan kopi paste atau akulturasi budaya masyarakat maju kedalam negeri ini. Tujuanya jelas, adalah untuk menekan peredaran plastik yang berdampak pada lingkungan. Dari sini maka kita sepakat semakin banyak plastik yang beredar dipasar semakin buruk juga kondisi lingkungan kita.

Baca juga :

Kacamata lain yang saya garisbawahi adalah ketika sebuah plastik itu dihargai 200 rupiah pada seluruh supermarket, minimarket dan retail. Selanjutnya kebijakan ini juga akan menyasar pasar – pasar tradisional yang jumlahnya ratusan ribu yang berada di Indonesia. Bayangkan saja beraa perputaran uangnya disana…. Okeee kesampingkan masalah lingkungan karena uang 200 tidaklah cukup menjera orang gak akan beli plastik di retail modern.

Asumsi dalam setiap jam ada 1 juta orang yang berbelanja di supermarket/retail moderd dan mini market diseluruh Indonesia. Kemudian jam efektifnya saya bikin mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Ys sekitar ada 12 jam efektif orang berbelanja…. Yuk berhitung berapa keuntungan kasar yang didapatkan pengusaha dalam kampanye seolah – olah diet plastik ini.

1 jam = 1 juta orang beli produk dengan asumsi satu orang satu plastik.. Jadi ada sekitar 1 juta plastik keluar dari toko modern (dan berbayar).
12 jam efektif = 12 juta kantong plastik yang kita beli dari toko retail modern
12 juta x 200 = 2,4 milyar dalam sehari

Ini saya hitung adalah konsumsi minimal seluruh masyarakat Indonesia yang menggunakan plastik.

0_0_1000_735_b5c5cf8be4ae8d7df67a6865e0f793251ce5a0d0

Oke mari kita coba kupas lebih dalam lagi mengenai harga pokok penjulaan dalam sebuah retail modern. Dulu ketika plastik masih digratiskan jadi biaya pembelian plastik di toko retail modern ditanggung oleh pengusaha yang dibebankan disetiap produk yang dijualnya.

Contoh : Ketika anda beli barang misal creamer dengan harga 32 ribu, maka biaya plastik dengan asumsi = barang yang keluar setiap bulan/jumlah plastik yang terpakai. Misal neh ya gan.. dalam sebuah toko retail setiap bulanya dapat menjual barang berjumlah 1.000.000 pcs dan untuk mencover tersebut membutuhkan plastik dengan jumlah 500.000 pcs. So…. untuk satu plastik untuk 2 barang. Jadi… uang yang sekarang kita keluarkan 200 tersebut dibebankan kepada konsumen. Makanya jangan heran kalo sampean belanja di carefour, indomart, affa mart maupun toko retail modern lainya ada selisih masing – masing barang entah 50 – 150 rupiah… Itu adalah biaya operasional mereka yang dibebankan kepada konsumen.

Baca juga :

Kondisi sekarang beban biaya plastik ditanggung oleh konsumen. Namun pertanyaanya, apakah harga barang yang ada di toko retail modern mengalami penurunan gak gan? misal turun 50 rupiah saja gak banyak ko. Jawabane NGGAK kan….. nah ini seharusnya YLKI mulai melakukan cross check… Ko bisa biaya plastik sudah ditangguhkan ke konsumen namun harga masih tetap.

program-kantong-plastik-berbayar-dituding-malah-untungkan-pengusaha

Kalo saya berpendapat gampanganya, pengusaha mau mengambil keuntungan dari kampanye diet platik ini. Mungkin juga kampanye ini ada tunggangan kepentingan dari pengusaha retail besar di Indonesia. Mengingat, antara plastik beli dan tidak beli harga barang masih tetap gak ada penurunan sama sekali. Ini hanya opini saya pribadi loh gans. Namun ketika sampean coba korelasikan dengan contoh saya diatas sudah sangat relefan.

Kenapa saya tulis dalam artikel ini dengan pola pendekatan keuntungan pengusaha. Karena di lapangan efek bayar plastik 200 rupaih tersebut tidak terus membuat konsumen enggan beli plastik. Dari pantauan saya pas belanja di supermarket kemaren dari 15 orang yang antri di cashier, semuanya… iya semuanyaaa…. saya ulang lagi semuanya…. lebih baik bayar plastik 200 karena gak mau ribet. Bahkan ada satu orang yang belanja sangat banyak sekali dan ia harus membeli plastik dengan jumlah 5 biji. So…. Sangat tidak efektif.

Efektifnya menurut saya adalah menaikan pendapatan pengusaha dan menambah pengeluaran konsumen. Inilah yang saya sebut dalam judul diatas. Apakah pengusaha tidka senang dengan kampanye ini??? lohhhhh seneng sekali bahkan bisa ia syukuran. Yang dulunya budged untuk beli plastik dibebankan ke pengusaha yang akan dibebabankan ke nilai jual barang. Sekarang pengusaha dapat dua profit double… Dibebankan ke barang iyaa…. dapat cash dari penjualan plastik 200 per bijinya.. tuh perputaranya 2 miliar sehari.. Pieeee menurutmu gans?

Solusi konkrit, mewajibkan seluruh plastik yang digunakan merupakan go green dan mudah terurai. Kedua adalah sistem pengelolaan plastik di TPS lebih profesional. Bayar 200 hanya menguntungkan pengusaha yang sudah Kaya.. Gak ada gunanya untuk bangsa kita.

Baca juga :

Contact :
Motorcycle Blog : http://www.munivmotoblog.com
Enternainment Blog : http://www.nendangbanget.net
Portal News Blog : http://www.indoportalnews.wordpress.com
Secondary Blog : http://www.sobatrodadua.wordpress.com
facebook : http://www.facebook.com/bionivike
Twitter : @munivikoko
Email : munivikoko@gmail.com
WatsApp : 085648273557
PIN : 33460EB

 

 

Iklan

6 thoughts on “Ini Analisa Plastik Berbayar Untungkan Pengusaha Supermarket & Retail Modern

  1. Ping balik: mengerjakan sholat gerhana sunnah hukumnya bagi kaum muslimin | NENDANGBANGET.NET

  2. Ping balik: 5 bayi di indonesia yang lahir di sa’at gerhana matahari total 2016 | NENDANGBANGET.NET

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s