Korban Malpraktik Bidan Ini Sebabkan Kepala Bayi Putus dan Meninggal Saat Persalinan

bayi_20151205_090244

nendangbanget – Yang akan segera diberikan momongan atau istrinya akan melahirkan. Yuk mari prepare dari sekarang mana rumah sakit yang akan dituju dan siapa dokter yang akan menanganinya. Jangan sampai kejadian yang barusan terjadi menimpa calon anak anda. Yang mana dalam praktiknya bayi yang harusnya lahir dengan selamat, kini harus meninggal dengan cara tragis akibat malpraktik dari seorang petugas medis yang ada dirumah sakit.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Aek Tarum, Bandar Pulau Kabupaten Asahan, Minggu (10/1) malam. Adapaun kejadianya adalah Kepala bayi tersebut putus, sementara bagian anggota tubuhnya masih berada di dalam rahim. Sehingga ibu bayi langsung dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan medis agar nyawanya terselamatkan,” Kejadian ini sangat disayangkan mengingat proses persalinan seharusnya ditangani oleh petugas yang sangat profesional.

Baca juga :

Setelah kejadian banyak spekulasi yang muncul mengenai putusnya kepala bayi, salah satunya adalah bahwa bayi sudah meninggal didalam kandungan selama 2 – 3 hari sebelum persalinan. Sehingga tulang pada bagian leher sudah membusuk yang mengakibatkan mudah putus. Namun keterangan ini hanya berdasarkan teory dan kebenaranya perlu di uji di kepolian.

Dilanjutkan penuturan dari, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Utara (Sumut) Evi Karota Bukit menegaskan kalau tenaga medis (perawat) yang menangani pelayanan Farida Hanum (35) warga Aek Nangali, Kabupaten Asahan menyebabkan kepala bayi terlepas bukan merupakan anggota PPNI. “Setelah kita cek, memang betul dia merupakan tamatan D III Perawat. Tapi dia tidak terdaftar sebagai PPNI. Jadi kita tidak bisa menindaklanjuti permasalahan ini,” katanya, Selasa (sumber)

Untitled copy

Gambar ilustrasi malpraktik

Seperti apa yang diungkapkan oleh Kasat Reskrim AKP Anderson Siringoringo, saat ini selain memeriksa perawat pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi seperti Bohirin dan dokter ahli kandungan dr Binsar Sitanggang dan juga Kepala Dinas Kesehatan dr Hidayat.

Usut punya usut kepolisan Bandar Pulau sudah menetapkan tersangka dlaam kasus ini. Yang tak lain adalah Bidan yang menangani persalinan Bayi tersebut. Hasil pemeriksaan, tersangka tidak memiliki kualifikasi untuk membantu proses persalinan sebagaimana yang dilakukan seorang bidan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang RI No 26 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.(sumber)

Last, dari beberapa sumber yang valid diatas, disebutkan bahwa kematian bayi sampai kepalanya putus tersbut murni karena malpraktik oleh seorang perawat yang bernama Farida Hanum. Perawat satu ini tidak memiliki kualifikasi untuk membantu proses persalinan. Nah jadi besok – besok kalo agan dan agan wati ingin bayinya selamat, monggo di check dulu sertifikasi dan pengalaman dari dokter maupun perawat yang menangani istri anda. So… tidak jaminan sekarang Rumahsakin memberi wasa aman untuk ibu melahirkan. Tuhh lihat Perawat abal – abal bisa membantu persalinan. Gimana menurtmu kang bro?

Baca juga :

Contact :
Motorcycle Blog : http://www.munivmotoblog.com
Enternainment Blog : http://www.nendangbanget.net
Portal News Blog : http://www.indoportalnews.wordpress.com
Secondary Blog : http://www.sobatrodadua.wordpress.com
facebook : http://www.facebook.com/bionivike
Twitter : @munivikoko
Email : munivikoko@gmail.com
WatsApp : 085648273557
PIN : 33460EB

 

Iklan

11 thoughts on “Korban Malpraktik Bidan Ini Sebabkan Kepala Bayi Putus dan Meninggal Saat Persalinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s